Selasa, 27 September 2011

KONSEP GREEN BUILDING PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG MENTERI KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

Proyek Pembangunan Gedung Menteri Kementerian Pekerjaan Umum merupakan proyek gedung pemerintah pertama yang menargetkan untuk memperoleh predikat Green Building dengan rating Plantinum.

Secara definisi Green Building adalah bangunan dimana sejak dimulai dalam tahap perencanaan, pembangunan, pengoperasian hingga dalam operasional pemeliharaannya memperhatikan aspek-aspek dalam

JETTY, BARGE LOADER DAN CONVEYOR JEMBAYAN

Owner dari proyek ini adalah PT. Jembayan Muarabara (Strait Asia Resources) dengan engineer support dari BMT-WBM Asia pascific (Australia) sebagai designer mechanical electrical, dan Golder Associated sebagai enginner civil.

Paket 1 pekerjaan ini merupakan 100% EPC project, sedangkan paket 2 untuk pekerjaan Civil Engineering, detail engineering untuk civil oleh PT. PP sedangkan engineering mechanical electrical oleh BMT-WBM Asia

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS 60 MW

Talang Duku - Sumatera Selatan
Sejak mengawalikiprahnya di bisnis energy listrik di tahun 2010 PT PP langsung secara aktif berperan baik dalam tender proyek-proyek EPC dan IPP, maupun dalam akusisi proyek-proyek IPP.

Salah satu pencapaian cermelang yang telah diwujudkan adalah dengan memenangkan tender proyek Sewa Beli (Build Own Operate and Transfer / BOOT) Pembangkit Listrik berbahan Bakar Gas 60 MW yang berlokasi di Talang Duku, Kabupaten Musi Banyu Asin, Sumatera Selatan.

Senin, 26 September 2011

PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DENGAN BAIK DAN BENAR

Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dapat diartikan sebagai pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan mengikuti kaidah bahasa yang baku.

Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar mempunyai beberapa konsekuensi logis dengan pemakaiannya sesuai dengan situasi dan kondisi. Pada kondisi tertentu, seperti pada situasi formal penggunaan bahasa Indonesia yang benar menjadi prioritas utama dan diharuskan menggunakan bahasa baku.

PEMANFAATAN BAHASA INDONESIA PADA TATARAN NON ILMIAH

Karya non ilmiah sangat bervariasi topic dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum, ditulis berdasarkan fakta pribadi, umumnya bersifat subyektif, gaya bahasanya bias konkret atau abstrak, gaya bahasanya formal dan popular.

Karya non ilmiah bersifat:
1. Emotif : kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi.
2. Persuasif: penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative.